Usai Jadi Saksi Nikah, Prabowo dan Jokowi Terlihat Berbincang Santai

Usai Jadi Saksi Nikah, Prabowo dan Jokowi Terlihat Berbincang Santai

Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi

 Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), terlihat berbincang santai di sela prosesi pernikahan Sekretaris Pribadi (Sespri) Presiden, Agung Suharman, yang digelar di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, momen tersebut terjadi beberapa saat setelah prosesi ijab kabul selesai dilaksanakan. Prabowo dan Jokowi yang bertindak sebagai saksi nikah kemudian dipersilakan menempati kursi yang telah disiapkan.

Dari kursi tersebut, Prabowo tampak menyampaikan sesuatu kepada Jokowi. Sementara Jokowi yang berada di sebelahnya terlihat mendengarkan dengan saksama sambil sesekali tersenyum.

Di belakang keduanya, tampak Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya bersama jajaran sekretaris pribadi Presiden lainnya yang turut mengikuti rangkaian acara.

Setelah berbincang singkat, Prabowo dan Jokowi kembali fokus mendengarkan pesan singkat yang disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafii kepada kedua mempelai.

https://outsidecontrol.com

Hujan Tanpa Henti, Lima Kecamatan di Bekasi Terendam Banjir

Hujan Tanpa Henti, Lima Kecamatan di Bekasi Terendam Banjir

Banjir

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Sabtu (17/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026), memicu banjir di sejumlah kecamatan. Hujan deras yang turun hampir tanpa jeda menyebabkan sedikitnya lima kecamatan terdampak genangan air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air yang bervariasi di setiap lokasi. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai puluhan sentimeter.

“Data sementara, ada lima kecamatan yang terendam banjir,” ujar Dodi, Minggu (18/1/2026).

Di sejumlah wilayah, air dilaporkan masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabotan, sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu.

“Genangan terjadi dengan ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga sekitar 80 sentimeter, terutama di kawasan dataran rendah,” jelas Dodi.

https://uniquepatterns.com

Gempa M5,1 Guncang Sulut, Getaran Terasa hingga Gorontalo

Gempa M5,1 Guncang Sulut, Getaran Terasa hingga Gorontalo

Gempa M5,1 Guncang Sulut (foto: freeepik)

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Minggu (18/1/2026) pukul 11.16.48 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,55° Lintang Utara dan 125,38° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak sekitar 84 kilometer arah tenggara Kota Ratahan, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 44 kilometer.

Daryono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” ujarnya.

kera4d

Kilas Balik Peristiwa 17 Januari: Gempa Dahsyat di Jepang hingga Pengaktifan ‘Jam Kiamat’

Kilas Balik Peristiwa 17 Januari: Gempa Dahsyat di Jepang hingga Pengaktifan 'Jam Kiamat'

Jam Kiamat (Foto: Ilustrasi/BBC)

BERBAGAI peristiwa penting dan bersejerah terjadi pada 17 Januari dari tahun ke tahun. Mulai dari bencana alam, kecelakaan penerbangan, hingga penyetelan ‘jam kiamat’.

Berikut rangkuman sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada 17 Januari, dirangkum dari berbagai sumber, salah satunya wikipedia.

– Kecelakaan Udara di Palomares

Insiden Palomares merupakan kecelakaan tabrakan di udara antara pesawat pembom B-52 dengan pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker di atas wilayah Spanyol. Peristiwa ini menewaskan tujuh awak dari kedua pesawat.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga berdampak serius karena pesawat pembom diketahui membawa empat bom nuklir berkekuatan sekitar 70 kiloton. Tiga bom jatuh di sekitar wilayah Palomares del Río, sementara satu bom lainnya jatuh ke Laut Mediterania. 

Insiden ini terjadi saat proses pengisian bahan bakar di udara, yang diduga gagal akibat jarak kedua pesawat yang terlalu dekat.

Kera4d

MNC Peduli Bersama iNews Media Group dan Danone Salurkan 7 Ton Bantuan ke Warga Kuala Simpang

MNC Peduli Bersama iNews Media Group dan Danone Salurkan 7 Ton Bantuan ke Warga Kuala Simpang

MNC Peduli Bersama iNews Media Group dan Danone Salurkan Bantuan ke Warga Kuala Simpang (foto: dok ist)

Kepedulian terhadap warga terdampak banjir bandang di Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, terus mengalir. Tiga pekan pascabencana, MNC Peduli bersama iNews Media Group dan Danone menyalurkan bantuan kemanusiaan guna membantu proses pemulihan masyarakat terdampak.

Sebanyak 7 ton bantuan disalurkan kepada warga, yang terdiri atas air bersih, susu fortifikasi, makanan untuk anak-anak dan lansia, perlengkapan kebersihan seperti sabun, serta makanan siap saji. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar kelompok rentan yang masih berada di pengungsian maupun di wilayah terdampak banjir.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan Kantor Camat Kuala Simpang, perangkat Desa Kampung Kota Kuala Simpang, serta dukungan personel Brimob. Kolaborasi lintas pihak ini bertujuan memastikan distribusi bantuan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Salah satu warga penerima bantuan, Nurmala, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan.

“Terima kasih kepada MNC yang sudah peduli kepada kami. Bantuan yang diberikan sangat membantu dan mencukupi kebutuhan kami. Alhamdulillah, kami sangat terbantu,” ujarnya di lokasi, Kamis 15 Januari 2026.

MNC Peduli menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pemulihan pascabencana, sekaligus membantu warga Kuala Simpang bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.

Mayoritas Indonesia Diguyur Hujan, BMKG Ingatkan Status Awas di Tiga Provinsi

Mayoritas Indonesia Diguyur Hujan, BMKG Ingatkan Status Awas di Tiga Provinsi

cuaca ekstream

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 81,1 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan. Sementara itu, terdapat tiga provinsi yang berada dalam klasifikasi awas akibat curah hujan tinggi.

BMKG mencatat wilayah yang telah mengalami musim hujan meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Utara, Maluku, serta Pulau Papua juga telah memasuki musim hujan.

“Curah hujan pada Dasarian I Januari 2026 bervariasi dari kriteria sangat tinggi sebesar 0,5 persen, tinggi 20,2 persen, menengah 70,2 persen, dan rendah 9,1 persen,” tulis BMKG dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

BMKG menyebutkan, kriteria curah hujan tinggi hingga sangat tinggi terjadi di sebagian Aceh, sebagian Sumatra Barat, sebagian Sumatra Selatan, sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian Kalimantan Barat bagian utara, sebagian Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian wilayah Sulawesi, serta sebagian kecil Papua Selatan.

Pantau Situasi di Iran, Kemlu: Evakuasi WNI Belum Diperlukan

Pantau Situasi di Iran, Kemlu: Evakuasi WNI Belum Diperlukan

Kerusuhan di Iran (Foto: Tangkapan layar media sosial)

 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran serta kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tersebut.

Berdasarkan komunikasi intensif KBRI Teheran dengan para WNI di berbagai wilayah Iran, situasi keamanan di sejumlah kota yang menjadi simpul utama komunitas WNI, seperti Qom dan Isfahan, terpantau relatif kondusif dan tidak terdapat gangguan keamanan yang signifikan. 
Mayoritas WNI di Iran diketahui berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai lembaga pendidikan, khususnya di Kota Qom.

Hasil asesmen KBRI Teheran dengan memperhatikan kondisi di lapangan hingga 12 Januari 2025 menunjukkan saat ini belum diperlukan langkah evakuasi terhadap WNI. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri dan KBRI Teheran terus melakukan berbagai persiapan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi eskalasi situasi keamanan, sesuai dengan rencana kontigensi yang telah disusun.

“Berdasarkan asesmen KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan per 12/1, saat ini belum diperlukan evakuasi. Namun demikian, persiapan mengantisipasi eskalasi situasi keamanan sesuai rencana kontigensi terus dilakukan,” tulis Kemlu lewat laman resminya, dikutip Selasa (13/1/2026).

Sementara itu, KBRI Teheran mengimbau seluruh WNI di Iran agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan situasi melalui sumber-sumber informasi resmi. WNI juga diminta untuk menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi pusat demonstrasi maupun kerumunan massa, serta menjaga komunikasi secara aktif dengan KBRI Teheran.

Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, Kemlu mengimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif. Dalam keadaan darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran di nomor +98 991 466 8845 atau +98 902 466 8889. Selain itu, WNI juga dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI di nomor +62 812 9007 0027.

AS Lancarkan Serangan Skala Besar Targetkan ISIS di Suriah

AS Lancarkan Serangan Skala Besar Targetkan ISIS di Suriah

AS Lancarkan Serangan Skala Besar Targetkan ISIS di Suriah (Centcom)

 Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan skala besar terhadap target kelompok ISIS di Suriah, Sabtu (10/1/2026).

 Hal ini sebagaimana diumumkan Komando Pusat AS (Centcom).

1. Serang ISIS di Suriah

Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan tersebut pada hari Sabtu, yang merupakan bagian dari Operasi Hawkeye Strike, sebagai balasan atas serangan mematikan ISIS terhadap pasukan AS di Suriah pada 13 Desember, tulis Centcom di X.

Serangan tersebut dilakukan dalam upaya memerangi terorisme dan melindungi pasukan AS dan sekutunya di wilayah tersebut, menurut Centcom, melansir BBC, Minggu (11/1/2026).

“Pesan kami tetap tegas: jika Anda melukai prajurit kami, kami akan menemukan dan membunuh Anda di mana pun di dunia, tidak peduli seberapa keras Anda mencoba menghindari keadilan,” kata Centcom.

AS dan pasukan sekutunya menembakkan lebih dari 90 amunisi presisi ke lebih dari 35 target dalam operasi yang melibatkan lebih dari 20 pesawat, kata seorang pejabat kepada CBS News, mitra BBC di AS.

Pejabat tersebut menambahkan, pesawat-pesawat termasuk F-15E, A-10, AC-130J, MQ-9, dan F-16 Yordania telah ikut serta dalam serangan tersebut.

Lokasi serangan dan jumlah korban belum jelas.

“Kami tidak akan pernah lupa, dan tidak akan pernah menyerah,” tulis Menteri Pertahanan Pete Hegseth di X pada Sabtu, merujuk pada aksi militer tersebut.

Pemerintahan Trump pertama kali mengumumkan Operasi Hawkeye Strike pada Desember setelah seorang anggota ISIS membunuh dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil AS dalam penyergapan di Palmyra, yang terletak di pusat Suriah.

“Ini bukan awal dari perang – ini adalah deklarasi pembalasan,” kata Hegseth ketika mengumumkan operasi tersebut pada bulan Desember.

“Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, tidak akan pernah ragu dan tidak akan pernah menyerah untuk membela rakyat kami.”

Kasus Ade Kuswara, KPK Periksa Eks Kajari Kabupaten Bekasi

Kasus Ade Kuswara, KPK Periksa Eks Kajari Kabupaten Bekasi

Eks Kajari Kabupaten Bekasi Diperiksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman (ES), pada Jumat (9/1/2026). ES dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang

“Benar, hari ini Jumat (9/1), KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi atas nama ES selaku Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Selain ES, tim penyidik lembaga antirasuah juga memanggil RTM selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi serta RZP selaku Kepala Subseksi Penuntutan, Eksekusi, dan Eksaminasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

“Para saksi dibutuhkan keterangannya dalam lanjutan penyidikan perkara di Bekasi ini,” ujarnya.

Gaji Hakim Ad Hoc Akan Naik, Mensesneg Pastikan Ada Skema Khusus

Gaji Hakim Ad Hoc Akan Naik, Mensesneg Pastikan Ada Skema Khusus

Mensesneg Prasetyo Hadi

Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memastikan gaji hakim ad hoc akan mengalami kenaikan. Dengan demikian, kebijakan penyesuaian penghasilan tidak hanya berlaku bagi hakim karier.

Penegasan tersebut disampaikan Prasetyo menyusul rencana aksi mogok sidang hakim ad hoc yang merasa diabaikan. Pasalnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2025 yang baru diterbitkan, kenaikan tunjangan hanya mencakup hakim pratama hingga ketua pengadilan tingkat banding, sementara hakim ad hoc tidak termasuk di dalamnya.

“Insha Allah (akan ada kenaikan). Jadi nanti akan ada penanganan khusus terhadap kenaikan gaji hakim ad hoc,” kata Prasetyo usai mengikuti kegiatan retreat di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Prasetyo menjelaskan, kenaikan gaji maupun tunjangan hakim ad hoc memang tidak diatur dalam PP Nomor 42 Tahun 2025. Oleh karena itu, pengaturannya akan dituangkan dalam regulasi terpisah yang saat ini masih dalam tahap perincian.

“Iya, terpisah. Makanya nanti akan ada penanganan tersendiri. Itu akan dihitung secara khusus karena berkenaan dengan hakim ad hoc. Perinciannya sedang didetilkan,” jelasnya.